Budidaya Cacing sutera (Casut) secara konvensional sebenarnya cukup mudah, hanya saja tempat lokasi yang strategis serta ada sumber air mengalir yang kontinue bisa jadi gak semua orang bisa membudidayakan casut. budidaya casut secara konvensional/tradisional bisa dilakukan di area persawahan yang mempunyai sumber air mengalir yang mengandung bahan organik meskipun sumber yang kecil, syarat lain yang diperlukan adalah pengadaan lumpur halus serta dalam.
Membuat petak2 kecil ukuran kira2 3 x 10 meter atau lebih dengan mempertimbangkan aliran air, kemudian pengadaan lumpur halus yang bercampur bahan organik (kotoran puyuh/ kotoran lele), diamkan kurang lebih 2 minggu lalu penebaran bibit casut bisa dilakukan. Bila memungkinkan ada aliran limbah kolam lele akan sangat menguntungkan sebab pakan alami casut sudah tersedia, pemberian pakan tambahan seperti ampas tahu, limbah pasar, atau onggok singkong bisa juga lumpur cpo dan banyak lagi.
Idealnya pemanenan dilakukan sore hari pada pukul 17.00 – 19.00, kenapa harus sore. casut sendiri akan naik kepermukaan saat suasana sudah sejuk dan panas matahari sudah turun kedalam lumpur, memaksa casut naik ke permukaan, alirkan air agak menggenang agar memudahkan penyerokan, gunakan serokan lembut bersamaan lumpur halus kemudian dikumpulkan lalu dicuci dengan menggunakan air sampai lumpur halusnya berkurang, setelah itu peras casut yg masih bercampur lumpur dengan menggunakan kain lalu masukan kedalam bak/baskom dengan ketebalan 10-15cm tergantung banyak dan tidaknya casut yg ikut terpanen, ratakan permukaan casut didalam bak/baskom lalu tutup rapat sekitar 1-2jam casut akan naik kepermukaan sedangkan lumpur ada dibawah. Ambil casut yg sudah terpisah lalu masukan kedalam kolam penampungan. Casut siap didistribusikan.
